19 January 2016

#30haribercerita

Foto karya : Billy Djokosetio


Budi bermimpi, ia dan ibunya pergi, kembali ke masa lampau.

Budi kecil sedang tertawa. Ibu selalu mencukupi semua kebutuhannya, terbungkus rapi dengan senyum untuk Budi. Budi tak pernah tahu ibunya perlu menjual ginjal agar Budi tetap sekolah. Ibu tak pernah mengeluh.

Budi kembali ke masa SMP, saat itu teman-temannya sering menjulukinya anak haram, karena ia hanya dibesarkan oleh seorang ibu. Semenjak itu, ada dendam di hati Budi, Budi benci, tak hanya pada teman-temannya, tapi juga pada ibunya yang membuat malu. Cita-citanya hanya satu, ia ingin pergi meninggalkan ibu secepatnya.

Tekadnya kemudian terpenuhi, dengan dalih mencari kerja, ia meninggalkan dan melupakan ibunya.

Budi terhenyak dari mimpi dan teringat sudah 15 tahun berlalu sejak peristiwa itu.
Ada sesak yang tiba-tiba menyergap, Budi mencoba menghubungi ibunya, tapi tak bisa karena kehabisan pulsa.

Di pagi harinya, dengan tergopoh-gopoh, Budi pergi ke rumah ibunya dengan sejuta rasa bersalah.

Yang didapatinya hanya rumah kosong. Kata tetangga, ibunya telah meninggal setahun lalu.

"Ini dari ibumu, ketika sekarat, ia titipkan ini pada saya. Dia selalu menantikan kamu pulang disana setiap hari," kata si tetangga sambil menunjuk tangga di depan rumah Budi.

Dengan gemetar, Budi membuka surat tersebut,
"Budi, anakku, saat kamu pamit ingin pergi mencari kerja,
hati ibu hancur karena takut kehilangan kamu,
satu-satunya anugerah yang selalu ibu syukuri dalam hidup ini.

Tapi ibu tahu, diluar sana terbuka banyak kesempatan untuk kamu berkarya,
maka ibu ijinkan kamu, meski tak rela.

Budi, anakku, Ibu selalu tahu, kamu akan berhasil.
Ibu tahu, kamu tak sempat menghubungi atau mengunjungi ibu karena pekerjaanmu,
Tak apa, Nak. Ibu akan selalu menunggu dan mendoakanmu.

Akhir-akhir ini kepala ibu sering bermasalah, sering sakit tak terduga,
Maka ibu menitipkan surat ini pada Pak Paimin,
agar jika sesuatu terjadi dan ibu tak sempat bertemu kamu,
setidaknya surat ini mampu bertemu kamu.

Ibu tahu, kamu marah pada ibu,
maafkan ibu yang selalu membuat malu, Nak.
Andai ada yang bisa ibu lakukan untuk menebus kesalahan ibu.

Ibu hanya ingin kamu tahu, Ibu selalu sayang kamu.
Selalu dan tak pernah berubah.
Semoga kamu cepat pulang, Nak.
Ibu rindu.."

Budi jatuh lemas. Mendadak ada ruang kosong di hatinya bernama rindu.
Rindu yang tak mungkin lagi terpuaskan.

#30haribercerita

0 comments: