10 October 2015

Ia tak lagi konsisten.

Tulus suka membantu.
Bantuan yang tak kenal waktu,
tapi jadi sering dianggap hantu,
Karena Ia lebih percaya ratu,
yang berbicara jitu,
tapi tak bermutu.

Ketidakkonsistenan yang parah.
Membuat marah.
Ia salah kaprah.
Tak ingin membela diri, Tulus hanya ingin pasrah.
Semoga Ia kembali kepada fitrah.

Banyak yang mencaci,
Tulus harus ikut mencaci,
Tapi pembicaraan tak bermutu, itu yang paling dibenci.
Tulus pilih mengunci,
agar tak berisik seperti sendok yang dipukul ke pantat panci.
Banci.

Perjuangan tak harus digemborkan,
tak juga harus dilantangkan.
Cukup dirasakan.
Meski sifatnya membuat niat baik dibonsaikan.

Ia memang tak lagi konsisten,
maka si tulus mulai menghindar.

0 comments: