19 February 2015

Super Duper Idiot!

Sumpah serapah memenuhi bibir saya.
Dan semakin lama manusia itu ada, dia hanya menambah dosa.
Sungguh, ini kali pertama saya bertemu dengan manusia yang super duper idiot.
Saya ragu untuk menganggapnya idiot, karena dia jauh lebih buruk dari itu.
Dan saya tidak punya kata yang tepat untuk menggambarkan ketololannya.
Mungkin ke depannya akan banyak manusia seperti itu, tapi saya masih shock.

Apa yg dia lakukan sungguh buat darah saya naik ke kepala.
Begitu pula ayah saya.
Ayah marah, saya juga tidak terima.

Ajar saya dan ayah saya untuk sabar, Tuhan.
Menghadapi manusia super duper idiot yang tidak tahu diri itu.

*tarik napas, buang napas*
*semoga besok semua lebih membaik*


0 comments: