Mereka bilang dia menyalahkan diri sendiri.
Padahal dia hanya bertanggung jawab akan hidupnya.
Mencari kambing hitam memang lebih gampang,
tapi untuk apa?
Kita selalu punya pilihan kan?
Jangan bilang kamu terpaksa.
08 October 2019
03 October 2019
...
Merah membabi buta.
Membuat kuning makin kecil menyelusup ke dalam.
Biru menyelimuti,
menutupi hati yang terluka di dalam.
Mari sayang,
kupeluk hatimu yang lelah.
Kita mulai lagi,
kali ini dengan dasar yang lebih baik.
Membuat kuning makin kecil menyelusup ke dalam.
Biru menyelimuti,
menutupi hati yang terluka di dalam.
Mari sayang,
kupeluk hatimu yang lelah.
Kita mulai lagi,
kali ini dengan dasar yang lebih baik.
24 September 2019
:'(
Dan ingatan itu terus menerus membayang.
Sakitnya bukan main.
Inikah yang Kamu mau aku hadapi?
Ajar saya untuk hadapi dengan langkah tegap
Sakitnya bukan main.
Inikah yang Kamu mau aku hadapi?
Ajar saya untuk hadapi dengan langkah tegap
29 August 2019
IYA
Andai waktu bisa diputar,
akankah kamu memilih jalan yang sama?
Kalau jawabanmu iya,
Maka nikmatilah jalan ini.
Kalau jawabanmu tidak,
Maka ubahlah jalanmu mulai dari sekarang.
Buatlah agar lain kali ketika ditanya,
kamu bisa jawab, iya.
...
Begitu lugunya ia.
Punya segudang impian,
punya cita-cita yang tinggi,
yang kata orang bisa dicapai jika diinginkan benar-benar.
Tak ada yang memberi tahunya harus ini itu,
Lalu ia tersesat,
dan menyalahkan orang lain,
dan menyesal.
Kawan,
Menyesal itu tak akan ada gunanya kalau tak ada perbaikan.
Kita sudah sama-sama ada di titik ini,
Mari kita melangkah.
Hidupmu tanggung jawabmu,
bukan orang lain.
Suatu keuntungan,
Sang Pencipta terlalu sayang kamu.
Subscribe to:
Posts (Atom)