05 August 2016

Keindahan Sejati


Satu pertanyaan menusuk dari seorang teman (@katsiena),
yang dengan sangat terampil digambarkan pada ilustrasi cantik yang dibuatnya.
Saya terjemahkan secara bebas : 
"Jika semua orang di dunia tidak dapat melihat, berapa banyak orang yang akan kalian coba pukau?"
Sebuah pertanyaan dasar yang mencuat kembali.
--------
Kita hidup di dunia yang memuja keindahan.
Banyak orang berusaha mempercantik bagian luar tubuh mereka dengan baju, sepatu, kosmetik, dan apapun yang mereka gunakan (seringkali bermerek dan mahal) agar terlihat indah, cantik, atau ganteng. 
Kebanyakan dari mereka pun akhirnya stress karena merasa biaya hidup mereka sangat mahal.
 Yang ironi adalah, 
seberapa besar pun usaha mereka mempercantik bagian luar tubuh,
semua keindahan itu akan lenyap seiring waktu.

Saya pribadi percaya,
bahwa keindahan sejati seharusnya adalah sesuatu yang tak mudah sirna.
Ia berasal dari dalam hati dan isi kepala kita.
Keindahan sejati adalah tentang karakter kita, dan bagaimana kita membuat orang lain merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.
Keindahan sejati bahkan tak membutuhkan uang sepeserpun untuk pemenuhannya.

Ketika kalian berada di dekat orang-orang yang memiliki keindahan sejati,
mereka akan memancarkan kebahagiaan dan kebaikan hati yang dapat kalian rasakan.
Berapapun usianya, apapun bentuk tubuhnya, apapun yang mereka pakai, 
mereka bersinar dan selalu terlihat indah serta menarik.

Jadilah orang-orang yang memiliki keindahan sejati,
yang sungguh-sungguh memberi dampak pada kehidupan orang lain,
bukan hanya untuk memukau. :)

22 July 2016

Tentang Sampul.

Beberapa kali ada teman yang menyarankan agar saya menggunakan make up setiap hari
serta mengubah gaya berpakaian mengikuti model yang sedang menjadi trend saat ini.
Untuk menghargai diri sendiri katanya.

Saya seringkali hanya menatap dan tersenyum.

------------------------

Mungkin kita menghargai diri sendiri dengan cara yang berbeda, kawan.
Saya menghargai diri saya apa adanya,
yang tanpa make up,
yang suka pakai baju apapun yang saya rasa nyaman,
tanpa harus merasa risih karena menggunakan baju minim atau terbuka.

Ketidakmengertian kamu, tentang kenapa saya bisa santai dengan tanpa make up dan tanpa baju kekinian,
mungkin sepadan dengan ketidakmengertian saya,
tentang kenapa goresan pensil alis yang salah atau rambut yang tidak keburu kamu blow itu,
bisa merusak seluruh harimu.

Otak saya agaknya tak cukup mampu untuk menalar,
mengapa make up dan baju kekinian bisa dihubungkan dengan menghargai diri sendiri,
kalau ternyata tanpa itu semua,
kamu jadi merasa jelek dan kehilangan kepercayaan diri.

Sesungguhnya bagi saya yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hati dan kepala,
bukan apa yang dipakai.

Maka terlalu banyak ketidakmengertian yang saya pilih tak diutarakan,
saya menghargai perbedaan itu dan pemikiranmu,
karenanya saya hanya tersenyum, tak ingin memperpanjangnya.

27 May 2016

Berbenah

Alangkah cepat kereta itu berjalan,
menghilangkan banyak kesempatan yang tak disadari.

Teralu individualis.
berjalan dengan cepatnya,
tanpa menoleh.

Ketika sadar,
tangannya menggapai,
tapi jarak sudah begitu jauh.

Tuan, Tuan, masihkah ada harapan untuk saya?

Semangat!

Di satu titik,
berhenti memikirkan diri sendiri.
karena terlalu egois,
membawa pada harapan kosong
yang akhirnya mengecewakan.

merendah,
mungkin tak banyak yang dapat dilakukan,
tapi kamu bisa tetap berkarya dan terus berbagi.

21 May 2016

Ngeri

Saya bergidik di ujung ruangan,
Semua jadi begitu menakutkan.

Betapa seseorang bisa begitu munafik,
penuh dengan pencitraan dan basa basi.

Saya menyingkir ke ujung ruangan,
ngeri
dan
sungguh muak,
terlalu banyak manusia palsu.

Saya resah,
Bagaimana mungkin, hanya dalam hitungan detik,
wajah-wajah mereka bisa berubah-ubah,
sebentar merpati, sebentar ular.

Sungguh.
mungkin hanya saya yang sudah mulai gila.
karena mereka tampaknya sudah terbiasa.