28 November 2014

Impian

Gugatan dalam hati terus meracau.
Membuat kebisingan akut, 
hingga saya krisis hening.

Tenggelam dalam timbunan mimpi yang belum mewujud.
Masuk ke dalam kepekatan pikir yang kelam.
Apa yang bisa disebut berhasil?

Bagaimana jika ternyata jalan itu belum terarah?
dan pengagungan itu hampa makna?

Maka saya berjalan sendiri.

Limbung.

Memungut serpihan harapan yang tercecer,
sambil memakai topeng.

23 November 2014

Hadiah terindah untuk saya

Menghabiskan waktu dengan keluarga, setelah sekian lama terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan urusan pribadi, semakin menyadarkan saya bahwa waktu begitu berharga.

Papa yang dulu sering menggendong saya tinggi-tinggi di bahunya ketika saya merengek karena kelelahan, kini tidak sekuat dulu lagi. Raut wajahnya lelah dan rambutnya mulai banyak putih. Papa yang dulu selalu jadi sandaran, kini di negeri asing, bersandar pada adik saya yang mengerti bahasa asing itu.

Di rambut mama mulai terlihat uban, meski tidak sebanyak papa. Mama sering mengulang-ulang pembicaraan, seolah mama lupa kalau itu sudah pernah dikatakan.

Oma lebih-lebih. Oma yang selalu kelihatan segar, sekarang rambutnya sudah memutih semua, dan sebelum pergi, kesehatan oma menurun, sehingga harus mengurus asuransi kesehatan untuk perjalanan. Oma yang selalu semangat jalan-jalan, kini beberapa kali harus mencari tongkat karena kakinya sakit.

Menyedihkan, melihat orang-orang yang kita sayangi, bertambah tua dan rapuh.

Tapi walaupun begitu, kasih mereka tidak pernah berhenti untuk saya. Papa masih mencari nafkah untuk keluarga, kerja keras agar keluarganya bisa memiliki & merasakan hal-hal yang menyenangkan.

Mama masih selalu bangun setiap pagi untuk membuatkan bekal untuk anak-anaknya, agar anaknya selalu makan makanan yang sehat.

Papa Mama sangat mencintai saya. Saya merasa Tuhan mencintai saya lewat mereka. Tulus. Tanpa pamrih.

Korea Day 9

Ini akhir dari jalan-jalan ke Korea!

Kita pulang dengan banyak banget koper-koper bawaan. :)
Saya tetap lebih cinta Indonesia. 
Orang-orangnya lebih ramah dan alamnya lebih indah.

Tapi pengalaman di Korea juga sesuatu yang indah. Semacam liburan yang bener-bener bikin fresh!

21 November 2014

Korea Day 8

Shopping madness!
Crazy hedonn!

Jalan-jalan ke tempat belanja di Korea cuma bermodal peta, tanpa ditemenin si ade, karena dia lagi sibuk packing barang-barangnya yang mau dibawa pulang ke Indonesia.

Ini petanya! Dari Yeokgok, kita transit di Onsu untuk ke Gasan Digital Complex, disana belanja barang-barang branded yang lagi diskon. Setelah dari sana, karena udah bawa banyak barang, kita balik lagi ke Yeokgok untuk taro barang.

Dari Yeokgok, ke Yeongdeungpo, makan ayam Samgyetang, belanja titipan ini itu, belanja-belanja, trus kita ke Dongdaemun! :) Hari ini judulnya belanja belanja belanja sampe tepar! Hahha



20 November 2014

Korea Day 7

Keliling-keliling Pulau Jeju dianterin sama Bapak Supir! Pertama-tama dianter ke tepi pantai. 



Setelah itu makan siang di Restoran Korea, pesen Bibimbap dan sop rumput laut! :p

Setelah itu kita masuk ke dalem labirin raksasa :D Super unik! berasa masuk ke film Maze Runner! Mecahin teka-teki untuk keluar!

Ini peta Maze nya :D

Kita dibawa sama supir taksi untuk jalan-jalan ke tempat yang pemandangannya super bagus juga! Bapak supirnya bertugas jadi kaya tour guide nya dan kita difoto-fotoin! 




Terakhir, mampir di Yongduam, atau katanya sih tempat "Kepala Naga". Tempatnya kaya tepi pantai gitu terus banyak batu-batunya. Untuk ini, bagusan di Indonesia juga sih, kaya Tanah Lot gitu. Dibawah ini foto sama lambangnya Pulau Jeju, karakter batu-batuan gitu. Di Korea hebatnya di tempat-tempat tertentu punya karakter, jadi ada karakter yang mewakili tempat itu di oleh-olehnya dan barang-barang yang dijual disana. :) Suatu saat jadi pengen punya suatu pulau yang isinya mainan semua dan berkarakter!


Kita ambil penerbangan terakhir untuk balik ke Yeokbok! dan ini foto di bandara :)