Dear Jun,
Ketika ada perdebatan, bolehkah ada hubungan kakak-adik antar lawan jenis? atau bolehkah kita memiliki sahabat lawan jenis dalam status berpacaran?
Ini jawabanku, Jun..
Kamu tahu persis, bagiku, rasa 'sayang' dan 'cinta' selalu punya porsi yang berbeda.
Aku bisa saja bilang sayang ke keluargaku, teman, sahabat, bahkan semua makhluk (dalam hal ini bisa saja kubilang aku sangat sayang anjingku). Berbeda dengan kata 'cinta'. Cinta akan selalu kukatakan HANYA kepada Tuhan dan orang yang sungguh spesial dalam hidupku.
Bagiku pribadi, kata 'sayang' sudah akrab sedari kecil, ketika beberapa pria yang lebih dewasa dan dekat denganku melontarkan kalimat itu.
Pada akhirnya kata 'sayang' kuartikan sebagai tanda sayang seorang kakak kepada adiknya. Tak pernah lebih dari itu.
Bahkan saat salah seorang yang kuanggap kakak, mencoba mengubah hubungan kakak-adik menjadi hubungan yang lebih serius sebagai pasangan kekasih, aku menghindar. Aku memang sayang. Tapi... bagaimana ya menggambarkannya, bahwa sayang dan cinta sungguh berbeda bagiku. Aku pun tak akan pernah mau merusak apa yang kusebut hubungan kakak-adik, sahabat, atau teman dekat menjadi semacam percintaan. Keduanya sungguh terpisah.
Tapi aku termasuk orang yang serius dalam menghadapi suatu hubungan. Ketika seseorang kuanggap menjadi teman, sahabat, kakak, atau adik, aku selalu ingin mereka bahagia, dan aku akan melakukan semampuku agar mereka bahagia. Tapi sialnya, tindakan ini sering disalahartikan, dimaknai berbeda.
Banyak orang tak bisa menempatkan rasa 'sayang' dan 'cinta' pada porsi yang berbeda.
Ada dua hal yang paling sering terjadi dan aku sangat benci.
Yang pertama, "si penerima kebaikan" (entah orang yang kuanggap teman, sahabat, kakak atau adik) merasa kalau aku "suka" atau "cinta" mereka. Sulit mengatakannya, tapi jujur, hal ini membuat aku muak. Bertemu dengan orang yang terlalu pede, apalagi yang dengan tak tahu malu nya mengutarakan itu di depan kamu, sungguh menjengkelkan. Padahal mereka tahu dan seharusnya sangat sadar, bahwa cinta yang aku punya ini hanya milik satu orang. Selama masih bersama orang itu, cintaku akan tetap HANYA untuk dia. Bertemu dengan orang seperti ini, membuat saya berpikir seribu kali ketika ingin berbuat baik kepada mereka selanjutnya.
Yang kedua, "si penerima kebaikan" pada akhirnya menjadi tertarik dan suka padaku. Hal ini mengganggu, Jun. Kamu bisa-bisa dihantui rasa bersalah karena jadi manusia yang terlalu baik. Kamu jadi seperti terlihat memberikan harapan palsu dan jahat. Padahal bukan itu maksudmu.
Kedua hal ini sering terjadi berulang kali, Jun. Dan membuat aku menjadi sangat lelah.
Maka, kalau kamu bertanya padaku, jawabanku jelas, Jun.
Walaupun aku bisa menganggap teman / sahabat / kakak / adik angkat lawan jenis itu sungguh terpisah dari urusan percintaan, nyatanya banyak orang yang masih menyatukan dua hal tersebut dan mencampuradukkannya, dan membuat kacau. Maka akan lebih bijak kalau aku mengambil langkah seribu untuk menghindari hal-hal semacam itu.
Mencintai dan dicintai dengan takaran yang seimbang sudah membuat bahagia, Jun. Untuk apa repot-repot terjebak dalam drama konyol yang akan berujung kacau?
15 January 2016
07 January 2016
Untuk kamu,
Ada banyak orang yang hobinya mencela,
Menjatuhkan,
Karena merasa dirinyalah yang paling tahu dan paling benar.
Komentar-komentar mereka hanya akan membuat resah.
Membuat kita merasa tak cukup pantas dan tak cukup layak.
Untungnya, Tuhan selalu punya cara untuk menyemangati.
Lihat sekeliling, caranya terlalu ajaib dan mengagumkan.
Kenyataannya,
Hidup kita berjalan,
tak berlandaskan celaan mereka.
Maka tak perlu dirisaukan.
Tak perlu didengarkan.
Jangan biarkan mereka mematahkan semangat.
Teruslah berjuang!
Menjatuhkan,
Karena merasa dirinyalah yang paling tahu dan paling benar.
Komentar-komentar mereka hanya akan membuat resah.
Membuat kita merasa tak cukup pantas dan tak cukup layak.
Untungnya, Tuhan selalu punya cara untuk menyemangati.
Lihat sekeliling, caranya terlalu ajaib dan mengagumkan.
Kenyataannya,
Hidup kita berjalan,
tak berlandaskan celaan mereka.
Maka tak perlu dirisaukan.
Tak perlu didengarkan.
Jangan biarkan mereka mematahkan semangat.
Teruslah berjuang!
06 January 2016
Selamat Berjuang!
Memasuki babak baru,
tak bisa lagi menghindar,
tak ada kata mundur,
dan tak boleh ada kata menyerah.
Maju jadi satu-satunya jalan.
Mereka (baca : suara-suara dalam diri saya),
mengolok dan mengatakan bahwa saya tak mampu,
karena itu,
saya lakukan!
Haha!
Ini akan jadi permainan yang sangat menarik.
Akan saya buktikan,
bahwa ketidakmampuan hanya ada dalam pikiran,
bukan kenyataan!
![]() |
| sumber foto : IG @agentsteven *tiba-tiba saya suka sekali gambar ini! haha* |
28 December 2015
Mencintai dengan Sederhana.
Seperti anak perempuan kecil lainnya,
saya pernah berharap mempunyai pasangan yang romantis,
seperti pria idaman semua wanita di film-film.
Kemudian secara tidak sengaja,
saya jatuh cinta dengan sosok pria yang tidak romantis.
Beberapa kali saya kecewa,
tak ada hadiah di hari ulang tahun,
tak ada bunga di hari valentine.
Seringkali saya bertanya-tanya,
Mengapa saya jatuh cinta dengan dia?
Mengapa bukan dengan yang lain?
Tapi,
cinta,
akan selalu hadir tanpa alasan.
Saya cinta.
dan saya tak menemukan satu pun alasannya.
Seiring waktu,
pria yang tidak romantis ini mengajarkan banyak hal yang sangat berharga.
bagaimana mencintai dengan jujur,
tanpa banyak basa-basi dan kata-kata gombal,
Cintanya bukan hanya polesan bibir,
tak luntur, meski bertahun-tahun telah lewat.
bagaimana mencintai dengan tulus,
memberikan waktu dan tenaga tanpa pernah mengeluh.
Cintanya tak pernah kenal lelah,
meski harus mengorbankan dirinya.
bagaimana mencintai dengan sederhana,
bukan dengan hadiah dan bunga,
Cinta membuatnya memberikan diri sepenuhnya
untuk selalu mendukung kemajuan saya.
Lalu detik itu saya jadi malu,
masihkah saya perlu yang romantis?
kalau ternyata si "tidak romantis" ini,
bisa membuat si "tukang bosan",
bertahan hingga sepuluh tahun dalam rasa cinta yang selalu bertambah kuat?
Saya beruntung,
dicintai dengan nyata,
senyata rasa cinta itu sendiri.
Jujur, tulus, dan sederhana.
Tanpa banyak basa basi.
saya pernah berharap mempunyai pasangan yang romantis,
seperti pria idaman semua wanita di film-film.
Kemudian secara tidak sengaja,
saya jatuh cinta dengan sosok pria yang tidak romantis.
Beberapa kali saya kecewa,
tak ada hadiah di hari ulang tahun,
tak ada bunga di hari valentine.
Seringkali saya bertanya-tanya,
Mengapa saya jatuh cinta dengan dia?
Mengapa bukan dengan yang lain?
Tapi,
cinta,
akan selalu hadir tanpa alasan.
Saya cinta.
dan saya tak menemukan satu pun alasannya.
Seiring waktu,
pria yang tidak romantis ini mengajarkan banyak hal yang sangat berharga.
bagaimana mencintai dengan jujur,
tanpa banyak basa-basi dan kata-kata gombal,
Cintanya bukan hanya polesan bibir,
tak luntur, meski bertahun-tahun telah lewat.
bagaimana mencintai dengan tulus,
memberikan waktu dan tenaga tanpa pernah mengeluh.
Cintanya tak pernah kenal lelah,
meski harus mengorbankan dirinya.
bagaimana mencintai dengan sederhana,
bukan dengan hadiah dan bunga,
Cinta membuatnya memberikan diri sepenuhnya
untuk selalu mendukung kemajuan saya.
Lalu detik itu saya jadi malu,
masihkah saya perlu yang romantis?
kalau ternyata si "tidak romantis" ini,
bisa membuat si "tukang bosan",
bertahan hingga sepuluh tahun dalam rasa cinta yang selalu bertambah kuat?
Saya beruntung,
dicintai dengan nyata,
senyata rasa cinta itu sendiri.
Jujur, tulus, dan sederhana.
Tanpa banyak basa basi.
Ayo melangkah!
Mari kita mulai kembali segala sesuatu.
Bersihkan yang kotor,
Rapikan yang tersisa,
Tata yang baru.
Hidup adalah sebuah pelajaran,
terjadi dengan urutan yang tepat,
membawa kita siap,
menghadapi yang memang harus dihadapi.
Memaafkan, dan terus melangkah.
Memaafkan, dan terus melangkah.
Memaafkan, dan tak lagi melihat kebelakang.
Bahwa hidup adalah masa depan.
Bukan bayangan masa lalu.
Bersihkan yang kotor,
Rapikan yang tersisa,
Tata yang baru.
Hidup adalah sebuah pelajaran,
terjadi dengan urutan yang tepat,
membawa kita siap,
menghadapi yang memang harus dihadapi.
Memaafkan, dan terus melangkah.
Memaafkan, dan terus melangkah.
Memaafkan, dan tak lagi melihat kebelakang.
Bahwa hidup adalah masa depan.
Bukan bayangan masa lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
