28 December 2015

Untuk kamu,

Mengakhiri tahun ini,
saya maafkan kamu.

Untuk semua kesalahan yang kamu lakukan,
Untuk setiap rencana yang belum terlaksana,
Untuk kenangan pahit yang sering terlintas,
Untuk hal baik yang selalu dilupakan,
Untuk waktu yang terbuang percuma,
Untuk keegoisan yang parah,
Untuk kesombongan yang menyamar,
Untuk janji yang selalu terbengkalai,
Untuk ketidakkonsistenan yang membuat marah,
Untuk jalan yang tersasar,
Untuk fokus yang selalu melenceng,
Untuk perbuatan buruk yang selalu dilakukan,
Untuk kemunafikan yang selalu disembunyikan,
dan untuk segala borok.

Saya maafkan kamu.

Bahwa ternyata kita berjalan berat,
karena saya selalu benci kamu.

Maka,
Biarlah kita kembali berdamai.

Mengakhiri tahun ini,
saya maafkan kamu.

16 December 2015

Mimpi Buruk

Ternyata mereka masih menghantui.

Menyerang tiba-tiba,
dan membuat saya benci.

Gemetar.

Sulit untuk percaya,
bahwa hancur itu masih nyata.

Sedih.

03 December 2015

.

Diluar kebiasaan,
Saya hilangkan seluruh target yang selalu menghantui.

Agenda yang selalu dicoret-coret.
saya biarkan kosong,
tanpa target,
tanpat tuntutan.

Mungkin sudah terlalu lelah dan jenuh,
maka saya biarkan ia beristirahat sejenak.
Sambil mengisi senjata, untuk langkah selanjutnya.

26 November 2015

...

Pada suatu ketika,
kita pernah ada dalam suatu masa, 
dimana merasa tidak dihargai sama sekali.
Pencapaian sempurna yang dilakukan hampir selama 2 tahun,
dianggap sampah.

Lalu Tuhan yang baik menuntun kita pada orang baik,
yang sangat menghargai,
hingga seringkali kita menangis terharu,
karena kebaikan Tuhan terpancar dari orang baik.

Waktu terus berjalan.
Untuk segala sesuatu memang ada masanya,

Perpisahan memang jadi sesuatu yang berat,
merangkak keluar dari zona nyaman,
demi membanggakan dan membahagiakan.

Keputusan vital,
mengingat jalan terjal yang ada di depan.

Semoga kamu kuat, teman. :)

05 November 2015

Terima kasih, kamu.


Saya tahu kamu kecewa,
lalu jadi uring-uringan,
tapi terima kasih kalau masih mau bertahan.

Saya tahu ini sulit,
karena kita sama-sama buta arah,
tapi terima kasih kalau masih mau terus mencoba.

Saya tahu kamu sedih,
ada banyak waktu yang terbuang sia-sia,
tapi terima kasih untuk selalu percaya, bahwa besok akan lebih baik.

Saya tahu kamu hancur,
dengan janji dan harapan yang tak terpenuhi,
tapi terima kasih untuk masih tetap berharap.

Terima kasih, kamu.
tetap ada disini,
menemani saya dalam sunyinya malam,
mendamaikan pertentangan ini.

Terima kasih, kamu.
yang selalu percaya.

Kamu akan selalu baik-baik saja.
Saya akan pastikan itu :)