12 July 2015

Sketsa Pelangi

Kita hanya alat,
Kita hanya saluran berkat.

To God be the glory.
-Sketsa Pelangi-
27 Juni 2015









Mari, Benahi diri sendiri!

Mimpi itu kini hancur berkeping-keping,
sehancur hati saya yang kini berserakan di lantai.

Saya tak dapat membayangkan,
bahwa akan ada hari,
dimana tidak ada kamu di dalamnya.

Tapi kini kita berbeda arah dan tujuan.
dipaksapun tak akan membaik.

Mari, benari diri sendiri.

2 Juli 2015

01 July 2015

...

Pernah di suatu masa,
Saya percaya kamu yang terbaik,
lalu saya menutup mata dari segalanya.
Bagi saya, kamu selalu yang terbaik,
walau berapa kali mereka bilang saya buta.

Kini tanda mulai berdatangan,
dan entah kenapa semakin mendesak ke arah lain.

Di tengah kelelahan menyangkal,
saya sadar,
terlalu naive jika mengabaikan semua ini.

Lalu saya jadi murung dan merenung.
Berdialog, dengan sesuatu yang ada di dalam saya.

Saya jadi ingin sendiri,
walau saya selalu benci sendirian..

14 June 2015

Pencitraan

Kawan, aku tak paham, kini kita berbeda.

Kau bilang, semuanya didasari dengan cinta,
tapi nyatanya, di tengah jalan, aku bingung,
Kau lebih senang jika kita tidak lagi melakukannya.

Kau bilang, kita akan lakukan yang terbaik,
tapi nyatanya, di tengah jalan, aku panik,
Kau bilang letih dan tak ingin lagi mencobanya.

Kawan, aku tak paham.

Bukankah ketika didasari cinta,
semua tak akan pernah membosankan?
Bukankah akan jadi selalu menyenangkan ketika kita justru bisa melakukannya?

Nyatanya kini kita berbeda.

Yang kupahami,
melakukan yang terbaik adalah mengerahkan seluruh kemampuan
untuk terus mencoba hingga maksimal,
bukan mencoba, lalu lelah dan berhenti.

Kawan, sungguh aku tak lagi paham.
Apakah "didasari dengan cinta" dan "Melakukan yang terbaik"
yang sering kau umbar itu,
nyatanya hanya sebuah pencitraan?

dan aku keliru, telah terlalu percaya.

03 May 2015

Orang baik.

Teman,
di dunia yang munafik dan egois ini,
saya ingin kembali ke dasar hati.

Kembali ke titik awal,
dimana saya percaya bahwa masih ada orang yang benar-benar baik.

Saya tahu, kamu pasti tidak setuju,
karena banyak yang malah memanfaatkan kebaikan.
Karena itu kamu sering wanti-wanti agar saya tidak terlalu baik,
agar saya tidak terlalu percaya dengan orang lain.
Tapi saya merasa tak nyaman dengan prasangka buruk.

Susah bagi saya memungkiri hati.
Maka saya memutuskan akan tetap tulus dan tetap baik.

Biarlah orang baik, mendapatkan apa yang terbaik yang bisa saya kerjakan.
Perkara orang baik itu suatu saat akan berubah dan menjadi tak baik lagi,
saya tak tahu dan tak mau tahu untuk sekarang.

Mungkin kamu bilang saya bodoh.
Saya juga tidak mengerti.

Bagi saya inilah salah satu cara menghidupkan keyakinan yang selalu terngiang.

Masih ada orang yang benar-benar baik.

Saya ingin jadi bagian dari harapan itu.

Dimulai dari diri sendiri.