23 January 2015

Butuh lebih dari sekedar usaha

Butuh lebih dari sekedar usaha,
untuk memahami bahwa waktu akan bergerak lambat.
terutama untuk seorang perfeksionis yang ambisius.

Butuh lebih dari sekedar usaha,
untuk mengerti,
bahwa hidup untuk hidup,
untuk berhenti sejenak,
dan bersyukur,

dengan kesabaran.

Perjalanan Batin

Sesuatu mendesak saya untuk berubah.
Dan selanjutnya, semua tak pernah lagi sama.

Pernah terlintas, apakah benar seperti dugaan mereka,
hanya emosi sesaat yang meluap?

Makin hari, saya makin tau jawabannya,

TIDAK.

Saya tak merasa kehilangan.
Tak merasa menyesal.
Sedikit pun.

Walau tanpa arah,
selalu ada tangan yang menuntun,
lewat kejadian-kejadian yang tidak disengaja.

Terlalu naif jika menganggap semua hanya keberuntungan semata.

Maka di suatu hari yang cerah,
Saya menengadah kelangit dan tersenyum.
"Tuhan, terima kasih. Saya tahu ini semua pekerjaan-Mu,
bentuk saya sesuai kehendak-Mu"

31 December 2014

Kompas Gramedia

Akan selalu ada hal yang sangat kita syukuri dalam hidup.
Bagi saya, moment itu ada saat saya bekerja di Kompas.
Sebuah perusahaan yang sangat memanusiakan karyawannya.
Sebuah pemberhentian pertama, yang mengajarkan saya terlalu banyak hal indah.
....dan untuk setiap detik, saya bangga, sangat bangga,
pernah jadi bagian dari Kompas Gramedia.
Terima kasih untuk semuanya :)



Random!


"What?! lo resign? Bahagia banget hidup lu! Hahahha"

"Ada yang gue takutin. Suatu perasaan aneh yang menjalar di hidup gue"

"karena udah tua sih, jadi anggepannya bener sendiri."

"gue ngga suka nurunin standar gue"

"Kalo gue sih, kalo atasan gue bilang ngga menghargai, gue gak akan stay untuk orang macem gitu."

"gue beda. daripada susah-susah nyeret, lebih baik gue tinggalin"

"Makan hati, makan pikiran."

"gue juga bakal resign."

"Keren gak?"

"Kamu harus jadi orang yang tahan banting ya!"

"Gue gak suka kalo mereka selalu tanya-tanya, hal yang seharusnya mereka tahu!"

"Udah tau hidup cuma sekali, kalo ngga suka dengan keadaan yang sekarang, ya gantilah!"

"Kalo gue punya atasan kaya lu punya, gue gak bakal enjoy.."

"Lo kerja santai-santai aja kali?"

"Gue akan seret orang itu untuk ikut standar gue!"

"Buat gue, selama gue masih enjoy dengan apa yang gue kerjakan, ya gue bakal stay"

"Gue ngeliat lo, enak banget idup lo.."

"Haha heroik!"

"Gue keluar bawa prinsip gue bo! gue mau tetap kerja bagus!"

"Emang gue galak ya? Emang gue galak? beneran nih.."

"Haha, gak! gue gak akan ngerusakin diri gue sendiri"

"Mereka cuma sekumpulan orang-orang yang ngga bisa keluar dari zona nyamannya.."

"Buat apa dibetah-betahin"

"Bos gue pasti lebih rese dari lu. Pasti!"

"Mending gue cari tempat yang bisa menghargai kerja istimewa gue"

"Gue bisa, masa dia gak bisa?"

"Toh cuma kerjaan. Cuma sarana cari uang"

"Gue ngerasa standar gue ngga sama kaya orang lain"

"emang ada aja orang-orang sampah"

"Gue menargetkan diri gue mencapai kesempurnaan!"

"Selama kerja ikut orang, pasti bakal ada idealisme yang harus dinego"

"...dan pasti mereka anggep lo lemah."

Pembicaraan random dari teman-teman yang super baik, yang bukan hanya bicara masalah pekerjaan tapi juga hidup. Ambisi dan perasaan terpendam. :)

20 December 2014

...dan ketika saya memilih berjalan keluar

Ngga ada yang bisa ngegantiin rasanya dihargai dan dicintai.
Membaca tulisan-tulisan ini selalu membuat saya bersyukur.













Terima kasih Tuhan untuk berkat yang bisa saya bagikan.
Saya kembalikan semuanya untukMu.