Saya mencoba mengartikan impian,
menalaahnya menjadi butiran-butiran kecil harapan yang saling terkait.
Dengan polos dan lugu,
saya memutar imajinasi manis dalam kepala,
lalu berlari mengejarnya.
Satu yang saya tanamkan,
bahwa usaha dapat membuat segalanya berhasil.
nyatanya tak semudah membalikan telapak tangan.
Arogansi korporat,
ditambah dengan ketidakpedulian pihak terkait,
mematahkan impian saya,
menghancurkannya tanpa ampun hingga luluh lantak.
Segala perjanjian ini,
menggiring saya kepada suatu titik muak,
yang sungguh-sungguh melemahkan segala pemikiran positif yang tertanam.
Saya jenuh.
Barangkali ini memang hukuman,
atas kesombongan yang mendarah daging,
yang terlalu percaya dengan kekuatan diri sendiri.
Hingga akhirnya harus ditampar dengan keras,
baru sadar.
02 October 2012
21 September 2012
...
Bisakah kita jujur sesaat kawan?
Bukankah kamu selalu berkata,
apa yang keluar harus berasal dari hati?
Nyatanya, hari ini terbukti,
bahwa semua palsu.
dan kamu sendiri menyerah,
terlihat lelah berpura-pura.
Kawan, saya pernah percaya kamu.
Saya sungguh percaya,
bahwa kamu dapat menuntun saya,
ke tempat yang saya impikan.
Tapi kini saya tersesat,
terjerembab ke dalam lubang hitam yang mengerikan,
dimana tak jelas arah jalan keluarnya.
Kawan, dimana kamu?
Kawan, dimana kamu?
Mengapa kamu menghilang?
meninggalkan saya yang telah kehabisan kata-kata.
Apa kamu tak cukup berani menghadapi kenyataan?
Atau kamu memang selemah itu?
Ah ya,
saya ingat.
Saya bunuh kamu waktu itu.
saya ingat.
Saya bunuh kamu waktu itu.
19 September 2012
Nihil
Mata tak mau terpejam,
pikiran terus berkelana dan tak mau pulang.
Mulut terus mengatup, meski banyak yang ingin diungkap.
Hati tak lagi punya rasa.
Tawar.
Yang ditunggu tak kunjung datang,
Nurani tak mau lagi berbicara.
Rasa kehilangan menggerogoti,
dibalut otak yang tak lagi bekerja.
Semua berhenti.
Dan saya?
Nihil.
Saya ingin pulang.
Rasa-rasanya jiwa saya mengerdil,
seiring hati saya yang semakin ciut.
Rasanya memang sudah tak pantas,
lalu terpaksa pura-pura dan adu kemunafikan.
Rasanya sudah terlalu jauh,
dan saya amat lelah.
Saya ingin pulang.
15 September 2012
Happy Birthday Amelia Stephanie!
Happy sweet seventeenth birthday, Amel :)
Jesus Bless You..
-Angelia Stephanie-
Subscribe to:
Posts (Atom)