18 March 2011

Percakapan acak malem ini \(^_^)/

"Cie yang lagi ganggu-ganggu orang galau.."

"Galau mode:ON, semuanya di seselin , semuanya dianggep ga beres, Omongan salah dikit bakal memicu emosi"

"Sepertinya galau itu sehat, bikin kita evaluasi apa-apa yang salah, walopun kadang-kadang lebay trus jadi nyalah-nyalahin hal yang ga salah. Tapi ga ada yang cukup berharga untuk diseselin"

"Ini ga sehat.. merusak jiwa, hati, dan pikiran"

"Ngga ada yang cukup berharga buat diseselin. It happened, u just have to move on. Ngapain nyesel kan ga bisa di apa-apain juga."

"Emang begitu. Makanya, ini kan gue sakit jiwa, otaknya ga berjalan semestinya."

"Wahahahhah, semua orang sakit jiwa kok, jaman sekarang mana ada orang yang normal?"

"Wahahah, gw kan biasanya normal, gile kali."

"Hahahhah, bayar! :P"

"Dibayar dengan cinta, yuk ah, capcus!"

"Wahahha, kok endingnya kayak bencong gitu dah pake capcus."

"Kan beda, marahnya sama temen gue, kalo pacar itu harus disayang (-_-‘!) *buaya"

"Lo hebat ya pacaran bertahun-tahun"

"Masi hot-hot nya tuh kalo itungan bulan"

"Iya deeh yang jam terbangnya udah tinggii setinggi langit di angkasa"

"Emosi masing-masing diuji"

"Aku ga mau kehilangan kamu"

"Selow"

"Kenapa kok males tidur?"

"Kebanyakan ketawa, ntar nangis lu"

"Ahh sok kaget"

"Biar kaya di film-film"

"Kalo kata temen gue, kaya di komik-komik jepang, yang tereak “kyaaaaa” haha"

"Ebuset"

"Emang kalo orang galau gimana sih?"

"Wah, maennya panjang-panjang nih"

"Ditaro paling atas biar mukanya ga keliatan"

"Gini nih.. yang baek-baek disebutin semua.. coba kalo maling, ga bakalan ngaku deh"

"Saya maling, saya maling, ngaku kan gue"

"Nyuri hati siapa niyeee"

"Hey, kau pikir daku tiada malas? Ah sudahlah, jangan disesali, katamu.."

"Ya sudahlah, horas bang!"

"Sabar yaa.. tenangin diri dulu"

"Itu sumber permasalahan utamanya"

"Yaah, namanya anak kecil, jadi mungkin begitu dee"

"Mungkin mereka anggep kamu itu udah dewasa, sebagai anak yang paling tua"

"Bentar lagi juga udah gapapa pasti"

"Gw jarang buka-buka blog, paling buka hati doing buat yang membutuhkan :D”

"Kasian bancinya, lo ga kasi duit?"

"Liat aja takut (-_-'!)"

"Kocak lo"

"Lo kayanya ikut jadi gendeng malem ini"

"Oalah dasarr"

"Ya kan sebelom lo bilang, gue bilang dulu"

"Ya ampun, kasian amat sih"

"Yah, perantau, gini lah, semua serba seadanya"

"Kan gue gak lelet"

"itu kasian ya, yang bilang lo sendiri doank.. haha"

"Dasssaaar bocaaah..inget aja"

"Kalo bocah inget lah, kalo nenek tuh baru pikun"

"Kayanya bakal tambah parah tuh kaki"

"Kan lo badak"

"Hahaa..cup cup, jangan hiks-hiks terus"

"semoga besok bangun-bangun bisa semangat"

"Jangan galau-galau ya, besok pasti lebih baik dari hari ini"

"God Bless You :)"

17 March 2011

CINTA


Malam kian membunuhku, ketika tak satu kata pun muncul untuk dijadikan sebuah cerpen memenuhi tugas Ibu Kristy dalam mata kuliah creative writing. Lama aku tepaku di depan komputer, hingga seseorang menyapaku di Yahoo! Messenger. Baiklah, sekarang aku memiliki cerita dan pemikiran yang dapat kubagi kepadamu. Tapi ingat yah, ini rahasia antara kamu dan aku. Jangan bilang siapa-siapa!
Ini tentang orang yang kucintai. Niko Pramestadewa, seorang senior tampan yang ada di kampusku. Diam-diam aku menaruh hati padanya. Tapi, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, karena sekarang ia sudah punya “monyet.”. Barusan, ia menyapaku.
Niko Pramestadewa : Hai..lo lagi sibuk ngga Nel?
Nella Santika : ngga kok,cuma lagi mikirin ide buat bikin cerpen, knapa Nik?”
Niko Pramestadewa : Em, gue ngga ganggu nih?
Nella Santika : nggaa. Kenapa sih? Kayanya serius amat?
(aku berusaha menahan degup jantungku yang kegirangan, seperti bola yang terus melonjak-lonjak.)
Niko Pramestadewa : gue pengen cerita tentang Melly.
(Oh My God! Tentang si monyet itu!)
Nella Santika : iyah, kenapa lagi sama Melly? Berantem?
Niko Pramestadewa : Hmm, lo tau Nel, gue sering cerita kalo gue sayang banget sama Melly, gue rela ngelakuin apa aja buat dia,
(Ah! Aku benci kata-kata ini, buru-buru kupotong kalimatnya.)
Nella Santika : Ya, jadi intinya apa Nik?
(kutunggu balasannya. Detik-detik yang membosankan.)
Niko Pramestadewa : Cewe gue selingkuh Nel, dan lo tau sama siapa? sama kakak gue!
(Hah?! Aku terperanjat tak percaya. Melly sama Egi? Tega banget mereka.)
Nella Santika : Ga mungkin Nik, lo pasti bohong!
Niko Pramestadewa : Bener Nel, buat apa gue bohong? Masalah kaya gini masa dibuat bercanda?
(aku menelan ludah. Di satu sisi aku senang karena hal ini tentu akan membuka peluang besar bagiku untuk dekat dengan Niko. Tapi di satu sisi lagi, hatiku mengumpat Melly. Gila yah tu cewe, seenaknya maenin perasaan cowo yang gue sayang!.)
Ijinkan aku bernostalgia sejenak. Dua bulan yang lalu, aku tahu kalau Niko jatuh hati pada Melly. Sakit rasanya. Tapi aku rajam hatiku. Kutancapkan prinsip dalam-dalam, bahwa cinta tak harus memiliki dan membuat orang yang kucintai bahagia adalah cara mencintai yang sesungguhnya. Kamu tahu apa yang aku lakukan setelah itu? Ya! Aku menjadi penghubung antara Melly -teman sekelasku- dengan Niko. Jujur kuakui bahwa saat itu aku hancur, tapi berusaha tetap berdiri dan menahan perasaan ini hingga terbiasa.
Tapi kali ini aku sungguh tak terima. Kebahagiaanku akan retaknya hubungan mereka, ternyata dikalahkan oleh perasaan sedih yang mendalam. Hati ini rasanya nyeri. Sakit yang tiba-tiba datang dan tak mau hilang. Tak terasa air mataku sudah menetes. Aku ikut terluka. Aku berharap bisa memeluknya, menghilangkan kepedihannya. Namun apa daya, ingin memeluk gunung, tapi tangan tak sampai. Ia bukan milikku dan aku tak berhak melakukan itu.
Buzz dari Niko membuyarkan lamunanku.
Niko Pramestadewa : Nell?? Kok ga dijawab2?
Nella Santika : Eh iya, sori, tadi abis ngerjain tugas
(sedikit berbohong itu ternyata kadang-kadang sangat diperlukan, pikirku sembari menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh itu)
Nella Santika : Lo tau darimana Nik? Cuma gossip kali.
(Aku mencoba menenangkan Niko, sekaligus menenangkan perasaanku sendiri)
Niko Pramestadewa : Engga Nel, mereka berdua tadi jujur sama gue. Lo tau Nel, ternyata selama ini gue cuma jadi batu loncatan Melly buat deket sama kakak gue. Katanya dia butuh cowo yang bisa lebih perhatian sama dia. Gue ngerasa dunia gue ancur Nel. Gue sayang sama Melly, gue juga sayang sama kakak gue. Gue ngerasa kalo gue ga punya siapa-siapa lagi. Gue ga punya orang yang bisa gue percaya lagi.
(Aku terdiam, apa yang Niko alami, sebenarnya sama denganku. Mengharapkan orang yang dicintai balas mencintai. Tapi sayang, apa yang terjadi tak sesuai dengan keinginan kita.)
Nella Santika : Nik, jangan mikir gitu donk! lo masih punya gue.. Gue bakal selalu ada buat lo.. Gue sayang sama lo.
(Aku menarik napas lega. Setelah sekian lama aku berharap bisa mengucapkan kalimat ini, akhirnya sekarang bisa terealisasikan. Walaupun ia pasti menganggap sayangku itu sebatas teman)
Nella Santika: Buat apa lo pertahanin orang yang udah jelas-jelas ngaku kalo dia ngga suka sama lo? Kalo lo bener-bener sayang sama dia, relain aja dia pergi. Toh nanti dia bakalan bertrimakasih juga sama lo buat apa yang lo lakuin.
(Shit! Ini mah gue nasehatin diri gue sendiri!)
Nella santika : Yang harus lo inget, lo ngga sendirian Nik! Ada gue dan masi banyak orang-orang yang sayang dan peduli sama lo.
Niko Pramestadewa : tapi Nel..
Nella Santika : Ga ada tapi-tapi Nik, hidup lo harus terus lanjut, dan gue ngga mau ngeliat lo sedih lagi, karena gue bakal ikutan sedih juga. Janji ya lo ga bakal sedih lagi!
Niko Pramestadewa : Iya Nel, gue usahain. makasi ya buat nasehat lo. Makasi karena lo selalu ada buat gue.
Nella Santika : Iya Nik, sama-sama.
(Aduh Nik!, lo tuh ngga tau apa kalo gue suka sama lu? Gue CINTA sama lo!!)
Niko Pramestadewa : Lo emang sahabat gue yang paling bae Nel
Nella Santika : Sahabat?
Niko Pramestadewa : Iya sahabat. Gue udah anggep lo lebih dari temen gue.
(Yaah, cuma sahabat dan akan selalu sahabat. Kusembunyikan perasaanku dan tak mau terlihat sedih)
Nella Santika : Okeh, sip2..Thx juga karena lo udah percaya buat cerita sama gue.
Niko Pramestadewa : sama-sama Nel, gue off dulu yah. Mau tenangin pikiran dulu.
Nella Santika : Ya uda, inget ya kata-kata gue. Lo masih punya banyak temen yang sayang en pduli sama lo. Satu lagi, mencintai ngga harus memiliki.
(Akirnya prinsipku terlontar juga buat dia.)
Niko Pramestadewa : Oke,Thx ya Nel.
Niko Pramestadewa has signed out.
Huh.
Balik lagi aku sendiri, ditemani komputer yang daritadi terbuka program Microsoft Word nya. Kini pikiranku melayang memikirkan tentang satu kata, Cinta. Katanya cinta itu indah. Tapi mengapa banyak orang bersedih hanya karena mencintai? Apakah keindahan cinta itu semu, dan indahnya hanya dapat dialami oleh orang yang munafik dan main curang?
Hey, kamu yang disana. Ya, kamu! Tolong bantu aku merumuskan apa yang disebut dengan cinta oleh kebanyakan orang. Karena aku hampir tidak percaya akan adanya cinta yang membahagiakan. Tunjukkan padaku bahwa cinta itu ada, karena aku mulai lelah percaya akan keberadaan cinta.

28 Maret 2010


Picture: http://www.deviantart.com/#/d3b5htl


Note:
Cerpen ini akirnya dapet nilai 80 dari Ibu Kristy :)
Dan yang ngga pernah gue ungkap adalah sebenernya cerpen ini terispirasi sekali sama cintanya Katarina Siena dan perhatiannya Theresia Agustina, makasi teman-teman :)

14 March 2011

Catatan numpang lewat..

Makasi buat smua temen-temen yang udah begitu perhatian,
dimana setelah tulisan gue, "Saya kecewa!" diterbitin,
langsung ada banyak reaksi.
banyak orang yang message supaya gue lebih tabah, dan menikmati hidup.
Sebagian agaknya nganggep kalo gue itu lemah dan ngga berdaya.

Haha..sebenernya lucu sih,

Yang pertama yang pengen gue bilang,
buat gue nulis blog adalah salah satu cara untuk tabah, dan menikmati hidup.
Setiap hal, apapun itu, entah kesenangan, kesedihan, harapan, cita-cita, dan apapun apa yang pernah gue rasain pokonya gue tulis semua disini.
Blog ini pun jadi serupa judulya, "Dunia Milik angel". Dunia gue semua ada disini.
Apa yang ada di sini adalah bentuk apresiasi sama kehidupan yang gue jalanin.
Kalo ternyata tulisan gue lagi tentang hal-hal yang sedih, itu bukan karena gue ngga menikmati hidup, tapi justru gue lagi menimati rasa sedih itu sedalam-dalamnya, sehingga jadi bahan kontemplasi yang cukup berguna buat kemudian hari.
Gue ngga mau ngebiarinin rasa sakit, rasa kecewa, atau rasa apapun yang mengganggu itu cepet pergi, karena saat-saat itulah otak gue mulai kreatif. Biasanya "kesakitan" itu, akan gue wujudin ke tulisan, baru setelah itu, gue ngebiarinin mereka pergi, jauh-jauh dan ngga gue inget lagi.
Istilahnya gue mau memanfaatkan rasa itu untuk ngebantu gue ngebuat karya.

Yang kedua,
ngga bermaksud untuk membela diri sih kalo dibilang lemah dan ngga berdaya,
cuma gue mau bilang kalo itu bukan sifat gue sebenernya.
Kenapa?
Karena yang udah gue sebutin diatas,
apa yang gue tulis di blog ini merupakan catatan perjalan batin gue memaknai hidup.
Ketika apa yang gue tulis tentang hal-hal yang sedih, itu berarti gue sendiri juga lagi ada di titik kesedihan, gue rasa ngga mungkin juga kalo gue ketawa-tawa n malah nunjukkin betapa powerfulnya gue.
Sekeras apapun orang, ketika sedih dia bisa terlihat sangat lemah.
Intinya sih gue agak ngga suka kalo blog ini dijadiin bahan acuan untuk kenal siapa gue, karena yang gue tulis sifatnya sangat musiman sekali, tergantung mood hati, dan apa yang ada di kepala gue saat itu.

Lalu yang terakhir,
sebenernya blog ini dibuat untuk mendisiplinkan diri gue.
Untuk lebih sabar dan mengungkapkan emosi dengan lebih cerdas.
Gue dididik sama orang tua yang ngebuat gue ngga pernah ngumpat dengan kata-kata kasar, dan betapa gue juga benci umpatan-umpatan kaya gitu.
Di blog ini, gue ngerasa bisa lebih bebas ngeluarin semua unek-unek beserta alasannya, tanpa harus mengumpat dan ngomong kata-kata kasar kan?
Terkadang cara ini bisa lebih berhasil berjuang dibandingkan umpatan-umpatan kasar.
Siapa tau juga orang yang bersangkutan liat tulisan gue, dan jadi tersentuh (#ngarep) :P

Hehe, ya pokonya itulah intinya.
Sedikit catetan numpang lewat karena ada perasaan yang mengganjal yang harus diungkapin.
Tapi ini sama skali ngga bermaksud menyinggung siapapun yah,
ini cuma penjelasan singkat tentang blog dan apa yang gue tulis disini. :)

Sekian, terima kasih.
Jangan pernah kapok buat berkunjung dan komen di blog gue ya.
Gbu all.

12 March 2011

Saya kecewa!

Saya memilih untuk tidak bahagia,
Meski serasa ditertawai lampu jalanan.
Saya memilih untuk masuk dalam sedih.
Berteman dengan air mata dan sayap-sayap patah setiap malam.

Kebutuhan akan kasih sayang dan pengertian itu tak lagi terpenuhi,
Padahal mendasar.
Saya hampir gila.

Sudah terpikirkan,
Lebih baik hadapi gamparan
Daripada sakit jiwa memendam semua.
Apa daya,tubuh terlalu pengecut untuk menghadapi dan menerima luka.

Lalu hari saya jadi hancur,
Sehancur kebanggaan dan seluruh harapan saya pada mereka.

Diluar dugaan,
Pikiran mereka sangat jahat,
Memfitnah saya dalam pikirannya,
Membuat saya dengan gambaran yang sedemikian buruk.

Mereka salah, tetapi berpikir benar,
Dengan arogan memaki, menyakiti, menghancurkan.
Dan yang lebih parah, seakan mengukuhkan kekurangajaran,
yang seharusnya menerima ganjaran.
Mereka membenarkan yang salah.

Saya tak bisa terima,
Tapi hak bicara direbut.
Suara tak lagi mau di dengar.
Perasaan tak lagi dipedulikan.

Padahal saya bukan robot,
Saya manusia,
Punya rasa, punya cita-cita.
Tapi pribadi saya dimatikan.
Saya jadi tidak penting,
Yang penting adalah karyanya selesai,
Tak peduli bagaimana hancurnya saya malam itu.
Hati saya sakit.

secara nyata saya difitnah dalam pikiran mereka.
Lalu tak diberi waktu untuk menjelaskan.

Saya benci,
Tapi bukan benci mereka. :(
Saya benci seluruh sistem busuk yang melegalkan kejahatan.
Padahal mereka juga manusia yang tak ingin dijahati.

Dimana letak keadilan?

Baik, saya diam.
Saya tetap tidak terima.
Bagaimanapun hati saya hancur.
Harapan saya hancur.
Saya tak lagi percaya.
Dan perasaan itu terlampiaskan lewat air mata yg selalu menetes
menemani malam-malam saya.

Mereka?
Tetap tak peduli dalam kedudukannya yang dianggap maha benar.

07 March 2011

Jangan menyerah!

aku bertemu dengan suatu garisan,
yang sepertinya sudah diarahkan.
lurus, tak banyak basa-basi,
saat temanku yang lain masih kelimbungan.

begitu banyak cita tentang masa depan
menari-nari di kepala,
membuat seluruh kegembiraan membuncah.

Tapi tak mulus.
perasaan minoritas,
dan pengecutnya hati,
kadang menjadi penghalang.

serangkaian sinopsis
yang terus dimaknai sebagai hidup,
memeluk dan mencakar.
Melegakan, dan terkadang perih.

Hidup harus terus berjuang,
visualisasikan mimpi-mimpi.
jangan pernah menyerah. :)