19 December 2009

Tentang aku

Aku merintih,
meronta-ronta menahan waktu,
Tapi waktu tak peduli,
ia terus berjalan..

Aku kelabakan,
tak sengaja melawan kodrat,
yang sudah menjadi takdir..

aku tertusuk,
sungguh..

aku kelimpungan,
ingin kujauhi kamu,
kulemparkan kamu sejauh mungkin,
tapi kamu terlanjur melekat..

Aku tersesat,
aku hilang,
aku ingin kembali..

24 November 2009

Untuk Kamu yang Bersedih..

Dalam setiap kepedihan,
selalu ada setitik harapan yang bersinar,
untuk suatu perubahan yang baik,
untuk berusaha mengerti bahwa kehendak Tuhan tak selalu baik di mata kita..

Dalam setiap bulir air mata,
hidupkanlah semangat baru,
hadirkan tawa di wajahmu,
agar air mata itu tak jatuh sia-sia..

Jalanilah hidupmu dengan semangat,
keceriaan, dan tawa..
Nikmatilah tiap saat yang hadir dalam hidupmu,
baik suka maupun duka
Karena hidup hanya sekali,
dan terlalu sayang untuk dilewatkan dalam kesedihan..=)

09 November 2009

Bapa yang Baik..=)

Pernah aku mencoba berpaling dari-Nya,
lari dan semakin menjauh..

untuk sementara aku merasa menang,
tapi selanjutnya aku terpuruk,
jatuh dan benar-benar terperosok..

Kebahagiaan yang mereka tawarkan itu semu!!
entah berapa kali akhirnya kesenangan itu menyakitiku..

aku benar-benar menyesal,
aku kembali dan tertunduk malu,
tak berani menatap wajah-Nya..

Tapi Ia mengerti hatiku,
Ia mengobati sakitku,
Ia... Ia Memelukku!!

aku hanya bisa terdiam
dalam air mata yang akhirnya terjatuh juga
aku menyesal, aku merasa tak layak..

Saat itu juga Ia memelukku makin erat,
menghapus air mataku,
dan mengatakan dengan sangat halus ditelingaku,
"Aku mengasihimu anak-Ku, kembalilah pada-Ku,
aku telah mengampunimu"

Hahaha!

Hahaha..
Dipikirnya sudah piawai..
Melawan aliran waktu linier..

tubuhnya makin hilang rasa,
makin hilang nurani..

Entah bodoh,
tuli, atau bebal..
Kerjakan sekali lagi dan sekali lagi..

Tanpa disadari,kelokan waktu akirnya akan mengenainya juga..

Dasar bodoh!
Hahaha..

22 October 2009

Kita Harus Bertindak!

Sesak tangis
tak cukup menghadapi kejadian..

Satu gugur,
disusul satu yang lain..

Mereka yang terbaik,
mereka yang ada disana,
tapi kini hancur,
kosong..

Yang ada tinggal si munafik,
yang lakukan itu,
sebagai rutinitas belaka..

Mereka yang terbaik,
tapi bukan mereka yang tahan uji..

Sesak tangis
tak cukup menghadapi kejadian..

Kita HARUS BERTINDAK..